gangguan Depersonalisasi itu apa sih?

 Gangguan depersonalisasi atau derealisasi adalah fenomena di mana seseorang merasa terputus dari pikiran, perasaan dan tubuhnya sendiri, atau merasa terputus dari lingkungannya.

 Gangguan ini termasuk dalam kelompok gangguan yang dikenal sebagai gangguan disosiatif. Gangguan ini merupakan penyakit mental yang menyebabkan perubahan ingatan, kesadaran, identitas, dan kognisi. Ini semua adalah fungsi otak yang harus bekerja dengan baik.

apakah kamu masih merasa kebingungan saat membaca penjelasan di atas? baik, saya akan memberikan penjelasan lebih rincinya terkait pengertian dari Depersonalisasi, agar kamu dapat lebih mudah dalam memahaminya.

Pengertian Depersonalisasi

 Depersonalisasi terjadi ketika seseorang merasa jiwanya terpisah dari tubuhnya. Orang yang menderita gangguan depersonalisasi merasa seperti berada di luar tubuh mereka melihatnya, atau mereka merasa seperti sedang bermimpi.

 Sebenarnya, kebanyakan orang pernah mengalami kondisi ini sebelumnya, tetapi tidak semua orang terpengaruh. Kehidupan sehari-hari berjalan seperti biasa.

 Bila kondisi ini hanya terjadi sesaat dan tidak mengganggu kehidupan sehari-hari, tidak perlu khawatir.Namun, jika kondisi ini terus mengganggu aktivitas Anda, bisa jadi Anda mengalami gangguan depersonalisasi.

 Tidak jarang gangguan depersonalisasi ini mengarah dari stres ke depresi. Oleh karena itu, orang yang menderita kondisi ini harus segera mencari pertolongan. Gangguan depersonalisasi memerlukan terapi khusus, baik terapi psikologis maupun terapi obat.

 Meskipun gangguan depersonalisasi ini dapat dialami oleh siapa saja, namun paling sering terjadi pada remaja hingga dewasa muda.Anak-anak dan orang tua relatif jarang menderita gangguan ini.

lalu, apa saja gejala dan penyebab dari Depersonalisasi?

Penyebab Gangguan Depersonalisasi

 Penyebab yang pasti dari gangguan depersonalisasi masih belum diketahui. Beberapa orang menderita gangguan ini lebih sering daripada yang lain.

 Peningkatan risiko ini diyakini terkait dengan faktor genetik dan pengaruh lingkungan yang merugikan. Karena faktor ini, seseorang berisiko lebih tinggi mengalami gangguan depersonalisasi, terutama setelah peristiwa besar yang tidak menyenangkan dalam hidup mereka. Peristiwa ini bisa berupa trauma psikologis masa kanak-kanak, kehilangan, perang, pelecehan, pemerkosaan, pelecehan seksual, atau bencana alam.

 Meskipun gangguan depersonalisasi biasanya disebabkan oleh trauma psikologis, gangguan ini juga dapat disebabkan oleh penyakit lain di dalam tubuh. Contoh penyakit dan kondisi lain yang dapat memicu gangguan depersonalisasi antara lain kejang, tumor dan gangguan otak lainnya, gangguan kejiwaan lainnya, bahkan penyalahgunaan zat.

Gejala Gangguan Depersonalisasi

 Gejala yang umum terjadi pada seseorang dengan gangguan depersonalisasi meliputi:

●Perasaan bahwa jiwa berada di luar tubuh. Anda merasa seolah-olah sedang bermimpi atau mengendalikan pikiran dan gerakan Anda dari luar.

●Merasa tangan, kaki, atau bagian tubuh lainnya mengecil dan kepala ditutupi pakaian.

●Apatis terhadap lingkungan.

●Sering datar, susah sedih, senang, atau marah.

Gejala ini dapat berlangsung berjam-jam, berhari-hari, berminggu-minggu, atau bahkan berbulan-bulan dan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.

lalu, bagaimana pengobatan dari gangguan depersonalisasi?

Pengobatan Gangguan Depersonalisasi

 Gangguan depersonalisasi dapat diobati dengan metode terapi dan penggunaan obat-obatan.

Psikoterapi

Metode pengobatan utama untuk gangguan depersonalisasi adalah psikoterapi. Tujuan dari psikoterapi, atau terapi psikiatri, adalah untuk mengeksplorasi penyebab gangguan tersebut.

Terapi ini juga membantu penderita gangguan depersonalisasi untuk berdamai dengan masa lalunya, menyatukan kembali seluruh jiwanya dan kembali ke kehidupan pribadi dan sosial sehari-hari.

Obat-obat

Selain psikoterapi, terapi obat tambahan diperlukan dalam kasus-kasus tertentu. Obat ini sangat dibutuhkan ketika gangguan depersonalisasi dikaitkan dengan depresi atau gangguan kecemasan.

Terapi keluarga

Dukungan dan keterlibatan keluarga juga diperlukan untuk membantu orang dengan gangguan depersonalisasi.

Keluarga perlu memahami bahwa proses pemulihan ini bisa memakan waktu lama.Penting bagi semua orang untuk tetap positif selama masa pemulihan ini.

Terapi musik dan seni

Terapi musik dan seni juga bisa menjadi pengobatan suportif untuk mengatasi gangguan depersonalisasi. Terapi ini memberikan kebebasan kepada pasien untuk mengekspresikan diri secara positif.

Hipnosis Klinis

Hipnosis, juga dikenal sebagai hipnoterapi, adalah teknik terapi yang membuat Anda dalam keadaan rileks dan tenang, memungkinkan Anda untuk lebih fokus pada pikiran Anda sendiri.

baik, itu lah serangkaian penjelasan terkait pengertian, gejala, penyebab, serta pengobatan dari gangguan depersonalisasi.